Sebelum bisa dinikmati biji kopi berjuang melewati panasnya mesin Roasting. 150 – 200 derajat lebih, panas yang harus di tahan biji kopi.

Selama -+ 10 – 15 menit kopi di mesin roasting, dari proses kimia hingga gradasi warna terjadi pada biji kopi. Perubahan aroma juga mulai tercium oleh roaster.

Beberapa hari kemaren kami meroasting kopi titipan pelanggan kami, kopi dengan proses Natural. Dengan mesin andalan kami William w600i kopi kami roasting. Aroma manis seperti gula menjadi suguhan hidung kami.

“Crack, Crack, Craack”
Biji kopi dalam mesin roasting sudah memulai nyanyiannya. Dan musik yang indah untuk para roaster.

Nyanyian yang indah namun juga dapat melalaikan, beberapa detik saja terlewatkan rasa kopi sudah berubah. Menjadi tanda juga kopi sudah mulai berdevelop.

Bagi kami nyanyian itu yang kami tunggu, bunyi yang nyaring di telinga. Di mesin William 600i kami, biji kopi begitu riang bernyanyi dikisaran menit 9 – 12.

Biji kopi yang awalnya hijau menjadi coklat, dari aroma – aroma gandum menjadi aroma kacang – kacangan. Reaksi reaksi kimia mulai berperan dalam pembentukan rasa kopi.

Keseruan saat meroasting kopi inilah yang membuat kami fokus untuk menekuninya. Tiap batch memiliki nyanyianya sendiri, rasa bosan yang kadang menghampiri akan segera hilang saat mendengar nyanyian dan tarian biji kopi di mesin roasting.

Penasaran dengan nyanyiannya? Atau ingin sekedar melihat prosesnya? Atau bahkan ingin mencoba meroasting kopi sendiri?

Sedikit cerita kesenangan kami saat meroasting, terima kasih untuk teman – teman yang menitipkan dan mempercayakan biji kopinya kepada kami TemanKami.id nano lot rosutari. Dan terima kasih juga untuk Mesin w600i yang selalu menemani kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *