Dengan tinggi kurang dari 1100 mdpl tentu kopi arabika dibukit ini menjadi barang yang langka. Namun hal itu pula yang menjadikannya menarik untuk di ulas.

Kopi ini kami dapatkan dengan sedikit perjuangan dimana kami tersesat beberapa kali untuk menuju lokasi kopi ini. Dan guyuran hujan membuat perjalanan kami semakin menantang. Namun terbayar juga saat kami mendapatkannya. Kopi yang kami dapatkan ini diproses menggunakan proses honey. Bentuk dan size Green Bean kopi ini tergolong kecil. Mix varietas dengan dominan lini – S menjadi varietas kopi ini

Kami roasting kopi ini dengan profile filter, develop 12% dari waktu roasting. Aroma manis buah – buahan dan gula merah muncul untuk menggugah selera. Tingkat keasaman yang cukup tinggi membuat rasa segar di mulut saat menikmatinya. Sedikit rasa floral tergambar di arabika Bukit Menoreh ini.

Waktu mencoba kopi ini kami menggunakan method pour over V60 dengan 4 kali pouring, waktu seduh 2.40 menit.
Pouring 1 40ml
Pouring 2 70ml
Pouring 3 60ml
Pouring 4 30ml
Kopi yang kami gunakan 15g, suhu 91 derajat Celcius dan grind size medium to course.

Lalu apakah kopi ini layak untuk diburu? Apakah layak untuk di nikmati? Apakah layak untuk ditawarkan di etalase? Atau dipajang di coffee shop anda? Silahkan mencobanya sendiri dan nilailah sendiri.

Sekian cerita kami TemanKami. Id nano lot rosutari.
Terima kasih “Arabika dari Bukit Menoreh” atas pengalaman yang menarik dan rasa yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *